Rabu, 28 Oktober 2015

PINDAH KAMPUS


Pada saat saya memutuskan untuk masuk salah satu perguruan tinggi sekitar Desember 2013, saya memilih kampus swasta  yang kriterianya menurut saya lumayan bagus pada saat itu diantara kampus-kampus lain yang masih berkembang terakreditasi BAN-PT dimana memberikan  karakter yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan usaha,  lebih murah dibanding kampus bonafid pastinya hehe, memungkinkan mahasiswanya untuk dapat bekerja dan mandiri selama kuliah itu yang terpenting karena saya kebetulan membiayai kuliah sendiri so i must a profesional tapi saya berasumsi bahwa prioritas kerja dan kuliah saya harus balance , i’m firm in holding to what i believe adalah karena kebetulan saudara saya juga kuliah disana, dan kampus tersebut menerapkan semi block system yang memungkinkan mahasiswanya dapat menyelesaikan Program S1 dengan cepat.
Finally saya memutuskan untuk bergabung dengan kampus tersebut i said yes without thingking a long. Dan setelah saya melakukan pendaftaran dengan begitu mudahnya, hanya menyertakan berkas-berkas dan pengisian formulir, bayar dan langsung bisa diterima tanpa test, this is readily available here, padahal kalo ga salah saya baca dibrosurnya itu ada testnya lo teman, test masuk, psikotes & kemampuan dasar.  Dan entah kenapa, i’m not make an issue of that.
Kemudian saya memulai kelas pada akhir januari 2014, saya termasuk angkatan 2014 tetapi saya mengikuti kelas dengan angkatan 2013 yang pada saat itu sedang berlangsung  semester 2, the most important things is then to go along with rules campus. Pada saat saya bertanya pada pihak akademik but why? Kenapa begini, mereka menjawab, jadi seolah- olah saya itu menabung nilai terlebih dahulu dibanding mahasiswa lain angkatan 2014. Okeh itu jadi bahan pemikiran saya tapi masih saya tidak permasalahkan.
Pada saat semester 6, sekitar akhir september saya dan kedua teman saya mengkukuhkan niat untuk melanjutkan kuliah Magister diluar negri dengan opsi pertama mencari beasiswa. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi saya, teman-teman saya, dan kita semua didunia ini. Khususnya saya sendiri, because i’m not smart and not rich but i believe in god dan berusaha pastinya. Mulai lah saya dengan rajin mencari-cari info kesana sini, sempat saya dan kedua teman saya menghadiri participating IDP’S Education Fair. Kami bertiga sempat berkecil hati juga karena Background kampus kami tidak sebaik dan sebonafid itu. Yang menjadi pertanyaan saya kepada pihak kampus sekarang adalah kapan saya skripsi, lulus, dan wisuda? Mereka menjawab sesuai dengan NIMnya masing-masing. Sedih lah pokoknya karena saya tidak akan lulus sama dengan angkatan 2013 donk, okay there’s nothing i can do about it.
Badai lengkap dengan angin tornado pun datang pada awal bulan Oktober ini, bahwasanya kampus kami termasuk kampus yang telah dinonaktifkan oleh dikti jauh padahal terjadi pada bulan maret tetapi kita semua baru mengetahuinya, seolah-olah pihak kampus pun sengaja menutupinya,  bak kesambar petir .. tidak ada cara lain selain saya menerima bahwa kebenarannya itu adalah kenyataan. Pihak kampus meminta mahasiswa untuk menunggu  sampai waktu yang belum bisa ditentukan jelasnya, bagaimana keputusannya pengaktifasian lagi atau dibekukan, bagaimana pertanggung jawabannya adalah apabila kampus sekarang dibekukan maka mahasiswanya itu dikonversikan, kampus baru ditentukan oleh pihak kampus sekarang dengan catatan perkuliahan tetap dilakukan ditempat tersebut.
Semuanya kembali kepada dirinya masing-masing, disini saya hanya mempunyai dua pilihan, bertahan sampai akhir atau mengulang dari awal. Kenapa mengulang dari awal bukannya konversi, setelah  saya tanyakan kebeberapa kampus bahwa kampus tujuan tidak menerima pindahan dari kampus yang akreditasinya C, sontak membuat saya tidak terlalu banyak bertanya lagi kampusnya ajah ga diterima apalagi sksnya yaa mmm ..,  disamping itu data saya diforlap belum ada sama sekali, lengkap sudah J ..
Mengingat berbagai pertimbangan, pada akhirnya saya memutuskan bahwa saya akan mengulang dari awal, karena ketika sudah kecewa, apapun yang baik akan tetap terlihat buruk, itu semua kembali kepada keyakinan diri masing-masing, hati nurani sendiri, kebanyakan orang bilang sayang lohh, ngapain, buat apa, coba fikirin lagi, that’s right, saya berani mengambil resiko atas keputusan saya because i believe in my self and i responsible for my future, i believe in my god, dan saya percaya sama mama papa saya. I’m very grateful to my friends, to all those who have cared for me. Sedih merasa dirugikan sih pasti, senang karena mungkin Allah punya rencana lebih baik dan rugi juga biasa, asal bukan kita yang merugikan .. hehehe
Temen-temen, kalo memang pindah kuliah itu jalan satu-satunya, oke deh. Itu keputusan kamukan? But, promise yourself to never feel bad about it. Never look back because it’ll probably hurt you. Tetep fokus aja sama apa yang kalian pengen.

Papa mama saya jadi makin lebih santai untuk urusan kuliah saya, tapi saya me-manage untuk tetep keukeuh sama tujuan saya, i want to change my fate into something better. Maybe its not that better, but at least this is what i choose to be a better person. Ahh, rasanya terdengar cukup neges dan melankolik. Saran  saya berhati-hatilah pada saat teman-teman akan memilih kampus, lebih teliti lagi. Okeh, sekian ya teman-teman berbagi pikiran plus pandangannya, .. fighting, semoga Allah selalu meridhoi apapun keputusan yang kita ambil ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar