Kamis, 22 Oktober 2015

PENDAKIAN GUNUNG PAPANDAYAN





For openers, here’s an interesting experience. Jadi pada saat itu saya sedang day off, for me, a vacation is a must .. hehe. Mengapa saya memilih gunung? Mmm .. sederhananya because i like it enjoy playing outdoors dibandingkan ke mall haha, dan saat itu saya pure  bukan karena termotivasi oleh film 5 cm loh yaa ..
Sebagai pendaki pemula, saya tidak terlalu repot dan pusing  untuk memprepair semuanya. Saya masih bisa mengerjakan rutinitas pekerjaan dan kuliah saya dengan santai. Okay next, i have to make a list of everything i need, kebetulan saya perempuan yang ga terlalu ribet jadi apa yang dibawa simple ajah .. wkwkwk
Point Penting :
Tas carrier
Sleeping Bag
Matras
Lampu senter dan headlamp
Sepatu (Baiknya sepatu hiking tapi ga juga ga masalah yang penting fungsinya)
Celana (Baiknya celana gunung tapi ga juga ga masalah yang penting nyaman dan               sopan menurut saya)
 Baju atasan yang panjang (tebal sama tipis)
Jaket tebal
Slayer
Penutup Kepala
Baju Tidur
Pakaian Ganti
All right, Let me get this thing straight, Dari peralatan yang saya sebutkan diatas merupakan peralatan yang wajib dibawa sendiri, saya sarankan kalo tidak punya dianjurkan buat pinjem atau sewa, hehe karena kalo beli lumayan lah disamping harga peralatan hiking itu more expensive dan kalo memang kita tidak terlalu sering .. once in a while. Oyaah untuk peralatan seperti tenda, peralatan memasak, kebutuhan logistik, biasanya itu termasuk kedalam peralatan kelompok jadi nanti bisa dirundingin dan dibagi-bagi.
Peralatan Khusus Wanita :
Peralatan mandi (sabun mandi, pencuci muka, pasta gigi, sikat gigi)
 Hand Body
 Kayu Putih
 Make up (simple ajah bedak sama lip gloss cukup ko)
Minyak Wangi
Pembalut/ventilener (bagi yang sedang haid, jangan sembarangan harus serapih dan      sebersih mungkin, inget loh apalagi ini dialam bebas jadi worry kadang terjadi hal-hal     mistik .. hiii, so be careful. Hehe)
Tissue basah dan kering
I think, menurut saya cukup untuk peralatan wanita apa saja yang saya sebutkan diatas hehe .. simplicity, mungkin ada yang lebih simple?
Obat-obatan :
Obat sakit Kepala
Tolak Angin
Strepsils
 Madu
 Betadine
Hansaplas
Untuk obat-obatan saya sarankan untuk membawa sesuai kebiasaan keluhan yang sobat sering rasakan.
Peralatan Makan :
 Piring Plastik
Gelas Plastik
Sendok dan Garpu
 Pisau
Menurut saya ini lebih ke pribadi si yaa .. jadi seperlunya ajah namanya juga digunung yaa alakadarnya hehehe .. biar berasa atmospherenya.
Peralatan Logistik :
Air mineral minimal 2 liter
Roti
Camilan
 Beras
 Mie Instan
Logistik biasanya kita lebih banyak ke peralatan kelompok apalagi waktu itu saya banyak 22 orang, apa-apa bareng-bareng rame lah pokoknya berasa banget jiwa koorsanya .. hahaha, jadi lebih bisa mengkondisikan secukupnya apa saja si yang benar-benar diperlukan buat sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan tentunya.
Next, i want to talk over this problem, bagaimana saya sampai garut. Perjuangan banget, saya dari Depok berangkat sendirian sekitar jam 07.00 pm, karena teman-teman saya semuanya dari bekasi jadi saya mengalah to make up one’s mind for meet in cibitung hospital. Dan ahirnya saya sampai sana sekitar jam 08.00 pm setelah terjebak macet yang cukup lumayan .. transportasi dari bekasi menuju Garut, this came to me as a shock .. hahahaha jadi kendaraan yang ada pada saat itu truk sayur pemirsah .. diluar estimasi, i’m all right .. be wonderful .. tepat waktu subuh kita sampai Garut.
And you know vacation kali ini, easy on the budget guys, ga banyak ngeluarin uang, transport dari depok sekitar Rp 7.000,- , terus budget transport ke garut, dari garut ke atasnya berikut pulangnya memakai angkutan carry, sudah include untuk pembelian logistik kelompok Rp. 150.000,- , terus untuk pembelian prepair peralatan pribadi sekitar Rp 100.000,- ,transport bis ke kp rambutan Rp 60.000,- , dan transport angkot dari kp rambutan ke depok Rp 5.000,- , jadi total cost semuanya adalah Rp 322.000,- .
This is one way to start something, saatnya pendakian, the first for me .. diawali dengan berdo’a dan selangkah demi selangkah kita berjalan dengan tas dipunggung yang ga biasanya .. jalanan yang penuh dengan bebatuan sembari menyaksikan pemandangan, rerumputan, berceloteh, suara-suara akan khas pegunungan, udara yang segar, wajah yang menunduk seakan sedang bersabar melewati rintangan untuk mencapai suatu tujuan, dan juga terkadang melihat teman sendiri yang sedang berjuang untuk tetap berjalan meskipun lelah kian lama makin terasa.
Kita memutuskan untuk beristirahat disebuah bukit dibawah pohon rindang, tidur beralaskan tanah dengan sedikit bebatuan kerikil serta tas yang masih dipunggung, cukup nyaman .. minum secukupnya, makan sesuatu yang bisa mengganjal perut, and don’t forget dianjurkan untuk minum madu buat nambah energi kita ya guys .. dan ga mungkin bakal ketinggalan deh selfie bareng hehehe ..
Disitu mulai sangat terasa indahnya kebersamaan, suka dukanya, gimana carenya sesama teman .. damai hati saya tuhan hmmm .. sampai akhirnya terperanjat dari hanyutnya perasaan hahaha .. kita menemukan sebuah aliran sungai kecil yang setelah itu kita mulai menanjak lagi dengan jalan setapak yang pinggirannya dipenuhi dengan ilalang dan berujung dengan tebing-tebing yang menyuguhkan pemandangan yang membuat saya terpesona bahkan jatuh cinta sampai saat ini .. Subhanalloh ciptaan tuhan .. J
Untuk kedua kalinya kita beristirahat, begitu banyak teman-teman dari rombongan lain, saling menyapa, mengobrol, berbagi bekal, ahh .. anehnya sobat dipos ini ternyata ada yang jualan bakso ikan hahaha .. ini gunung apa alun-alun .. ckckck .. dan pada akhirnya saya tergiur juga .. menikmati bakso ikan, terlentang beralaskan tanah dan tas dipunggung sembari memandangi cerahnya langit biru .. ouhhh ..
Perjalanan berlanjut tidak jauh dan tidak terasa karena kita terkadang terhanyut dalam obrolan .. Pondok seladahpun menyambut sebagai peristirahatan terakhir, ettts bukan kuburan yaa .. tapi tempat camping kita guys .. senangnya .. hehehe. Tidak tunggu lama lagi khusus laki-laki memasang tenda sendangkan perempuan mempersiapkan hidangan untuk makan siang kita .. gotong royongnya itu loh, saya yang biasanya males-malesan pun akhirnya jadi anak rajin, baik hati, dan tidak sombong pula ckckck ..




Pondok Seladah
Begitu sholat ashar telah selesai kita semua memutuskan untuk bergegas menuju padang Edelewis guys .. kita melewati lapangan yang diatasnya terdapat jerami kering namun pas diinjak .. ouhh ya tuhan basah berhiaskan lumpur .. tidak memakan waktu yang lama ko, saya keluar dari rimbanya pepohonan  dan Subhanalloh .. Padang Edelewis yang cukup luas menyegarkan mata saya .. pastinya langsung mendadak jadi foto model semua, hahaha. Aturannya kita tidak boleh terlalu lama berada disini berhubung suhunya yang akan semakin dingin .. dengan sedih hati kita harus meninggalkannya .. rasanya ingin memetiknya buat simpenan dikamar, kan awet yaa,  dari pada roses yang dikasih pacar kalian 3 hari langsung membusuk,  ohh hahaha .. sayangnya jangan yaa sobat, kita tidak diperbolehkan untuk mengambil dan meninggalkan yang tidak seharusnya, begitulah singkatnya.


Padang Edelewis

Dibawah langit malam yang bertaburan bintang, kita semua menikmati santap malam yang cukup menghangati tubuh, bereuforia ditemani nyanyian dan alunan petikan gitar, sungguh sesuatu yang langka dalam kehidupan saya, begitu terasa indah. Sudah larut malam suhu semakin dingin, begitu jelas terasa menembus tulang, dan akhirnya terlelap sampai pagi menjelang.
Pagi pun tiba, begitu banyak orang-orang yang mengantri, oyah guys just info sekarang gunung papandayan udah ada toiletnya, mengagumkan bukan lama-lama ada supermarket kayaknya .. hmmm.
Pada saat perjalanan pulang kita melalui jalan yang berbeda, uniknya kita disini melewati hutan mati, kedengarannya si serem ya guys kalau menurut saya, tapi ternyata .. woww beautiful that will make a good subject for photographing, pra wedding misalnya hehehe. Selain itu kita melewati kawah yang masih aktif dan bau belerang yang cukup menyengat.

Hutan Mati

Okay guys, finally petualangan saya mendaki gunung papandayan, bagi teman-teman yang ingin mencoba ga ada salahnya ko menikmati ciptaan tuhan dengan mendaki gunung manapun asal jangan sembrono dan bertindak tidak bijaksana, so safety comes first and to keep your its surroundings yaa guys ..



1 komentar:

  1. woww...sepertinya bukan ide yg buruk,naik gunung buat melepaskan penat dari hiruk pikuk kota jakarta dan riweuhnya pekerjaaan di kantor hehehe....

    BalasHapus